Tuk adikku yG tErsayaNg

June 18th, 2007 by achzan

Assalamu’alaykum wr.. wb…

Duhai adikku sayang!!
Hal yang tidak pernah luput dan selalu kk ingatkan,
Wahai adikku, ta’atlah kepada Allah dalam keimanan dan ketakwaan yang tulus
tanpa batas.. dalam lautan tekad amal sholeh yang penuh keikhlasan. Laksanakan perintah-Nya
dan jauhilah segala larangan yang dapat menjerumuskan kita ke lembah yang hina
dalam kubangan maksiat dan dosa.

Wahai
adikku….

Berbaktilah kepada Ibu&Bpk,
Sesungguhnya inilah rahasia sukses saat kita menapaki peran menuju kebahagiaan
di dunia ini dan di akhirat kelak. Dek, tak lupa kk ingatkan, saat berbicara
dengan Ibu&Bpk, rendahkanlah suaramu dan lembutkan tutur sapamu…. Jangan
pernah sedikit pun terlontar kalimat -bahkan sekedar kata- yang dapat menyakiti
hati mereka. Jangan lakukan itu Dek,, Ta’at dan turuti segala perintah mereka
seraya menghadiahkan salam dan lantunan do’a tulus kita kepadanya, Do’akanlah
selalu, semoga Allah swt. senantiasa mencurahkan hidayah-Nya agar kita semua
selalu ta’at dalam celupan ampunan dan ridho dari Nya.

Adikku sayang!!.
Tumbuhkan kesadaran bahwa sebenarnya, saat ini, kita
sedang berpacu dalam melakukan berbagai aktivitas untuk menelurkan berbagai
prestasi yang dapat menyenangkan hati mereka,.. Hanya dengan demikianlah, wahai Adiku, akan
terbukti seberapa besar rasa cinta dan sayang kita pada Ibu&Bpk selama ini,
Dek,,,,,,alangkah indahnya keluarga sakinah-mawaddah-warahmah itu. Mari kita
tuju… Semoga rumah tangga seperti itu kian hadir di tengah keluarga kita
masing-masing. Amin…..

Adikku yang baik!!.
Jangan habiskan usiamu dalam
usaha-usaha yang hampa. Jangan buang waktumu dalam perbincangan tak berguna.
Sebaliknya, renungkan dan ingatlah Allah. Bacalah Al-Quran Bimbinglah
orang-orang yang tersesat ke jalan yang terang-benderang. Temukan sahabat yang
tepat, yang akan menjadi pendukungmu, seorang kawan perjalanan yang baik di
jalan kebenaran.dia akan selalu menemanimu dikala sedih maupun senang, karena
Iman adalah sebuah benih. Ia tumbuh menjadi sebatang pohon dengan pengairan dan
penyinaran yang bagus dari seorang sahabat yang beriman…….

Renungkanlah nasehat itu Dek,
semoga dengan demikian, akhlaq dan amal sholehmu bertabur berkah.ingat, jangan
pernah tinggalkan sholat lima
waktu..Karena meninggalkan sholat adalah dosa. Dan orang berdosa, tentunya
tidak akan masuk syurga. Biasakanlah ber’amal sholeh sejak dini agar kelak
keistiqomahan itu mengakar kokoh di dalam kepribadian kita.

Adiku TerciNta!!
Hiasilah keseharianmu itu dengan membaca al-Qur’an,
membaca buku dan akhlak yang baik. Tekunlah belajar untuk mengumpulkan bekal di
masa depan yang cerah, Sebab, ilmu adalah sebaik-baik bekal karena ilmu bak
mutiara yang tak akan pernah usang sampai akhir zaman……Ingatlah Dek, jangan biarkan
waktu kamu itu terbuang percuma dengan melakukan aktivitas yang sia-sia..
Tinggallah di rumah dan kurangi berkeliaran di luar rumah. Sebenarnya banyak
hal yang bisa kita kerjakan di dalamnya.. Mulai dari belajar, membaca, mengaji,
membersihkan rumah, bahkan sampai bermain sekali pun. Yang terpenting, ingat
waktu dan bertanggung jawab dalam menjalani peran yang adik emban.

Wahai adikku yang baik!!
Demikianlah pesan singkat dari kk. Sebenarnya, kk
mengirimkan
surat
ini bukan bermaksud tuk menggurui. Namun, betapa besarnya harapan ini agar adikku
yg satu ini dapat menjadi anak yang sholeh bak prajurit-Nya yang bertakwa. Itu
yang kk harapkan dari kamu… yang tiada lain agar mewujud pribadi yang sholeh
itu ke dalam diri adik itu sendiri…Untuk itu, bersegeralah, ubah semua
perilaku buruk yang terpatri selama ini dengan menghadirkan akhlaq dan prestasi
yang mulia. kk pun –insyaAllah- selalu mendo’akan kamu dan Ibu&Bpk
dirumah, semoga Allah memudahkannya..

Oh iya, sampaikan  salam  kk pada bunda
dan Bpk dirumh,..=)…..deK? Do’akan kk ya, semoga Allah swt. memandu segala
urusan dan meridhoi kita semua, amin.
Wassalamu’alaykum
wr..wb…

"k’ IChzaN"

 

Tuk mu Bunda…

June 17th, 2007 by achzan

Trima kasih Bunda….
Atas teh hangat yang engkau
suguhkan di tiap pagi dan sore atas teriakan sayang yang berkumandang tiap
subuh, membangunkan si bengal ini (walau mesti engkau ulangi hingga puluhan
kali…bukan.. bukan karena diri ini tidak terbangun! Sungguhh, telinga ini
sangat sensitif dengan teriakan engkau. Namun telinga ini begitu rindu dengan
suara kasihmu itu….atas alunan doa-doa yang tak henti engkau panjatkan di tiap
penghujung sholatmu, doa yang sama, kebahagiaan teruntuk buah hatimu…atas tiap
bulir keringat yang jatuh dari pagi hingga petang, jerih payah menambah
penghidupan untuk buah tercintamu…..

Kau adalah gemerlap bintang di langit malam

Bukan!, kau lebih dari itu

Kau adalah pendar rembulan di angkasa sana,

Bukan!, kau lebih dari itu,

Kau adalah benderang matahari di tiap waktu,

Bukan!, kau lebih dari itu

Kau adalah Sinopsis semesta

Itu saja.

Bunda!!!
Atas perbagai kisah yang selalu engkau ceritakan dulu sebagai pengantar tidur
atas ajaran, atas bimbingan, atas senandung indah, atas hembusan nafas…atas
segenap cinta, kasih sayang yang hingga matipun, diri ini takkan pernah sanggup
membalas, walau hanya setengahnya…

Tangan bunda adalah perpanjangan tangan Tuhan, begitu yang
pernah aku baca. Bahkan, kata sebuah hadits, seandainya di dunia ini ada
makhluk yang pantas disembah, maka makhluk itu adalah ibu. “Ibumu…… Ibumu……
Ibumu….” Begitu ulang lisan mulia Rasulullah hingga tiga kali, ketika salah
seorang sahabat menanyakan siapa yang paling pantas untuk dihormati.

Seberapa dalam cinta dan hormatku, kamu, kita? Pada makhluk yang bernama IBU?
Sedalam lautankah? setinggi gunungkah? Atau hanya sebatas remang cahaya lilin
yang tak berdaya di terobos terik matahari? Atau hanya sebagai fatamorgana yang
munculnya hanya menipu… ketika mendekat hakikatnya tiada!

Bunda!!
Aku masih ingat ketika kecil dulu, ketika naik perahu mau ke pasar, bersama
ayah dan bunda, ketika itu dengan manja, kepala kecil n’ jelek ini merebahkan
diri ke paha bunda. Saat itu langsung ku pandangi dengan asyik awan
lembut  berarak, begitu teduh…. kualihkan pandangan ke wajah bunda….ya
Allah, wajahmu selayaknya awan putih kebiruan  begitu lembut dan
meneduhkan…. belaianmu begitu menenangkan…. hingga kini, bila aku rindu dengan
bunda, cukup kutengadahkan wajah ke langit, ke awan-awan kebiruan, karena aku
yakin wajah bunda ada disana.. Dan begitu banyak cerita manis tentang kasih
sayang engkau. Saat  menyeberangi titian, kau gendong tubuh mungil ini,
karena engkau cemas buah hatimu terjatuh, namun nyatanya dirimu yang oleng dan
terjatuh. Saat itu tiada dendam sedikit pun. Raut mukamu malah mencemaskan buah
hatimu ini…

Bahkan saat buah hatimu ini usil bermain ketika menuruni tangga dan
mendorongmu dari belakang, dan kau terjatuh di anak-anak tangga, kakimu
terkilir, dan sakitnya terasa hingga kini….. raut mukamu masih begitu…. Tak ada
sesal disana.

Begitupun ketika mulutmu sampai berdarah terluka akibat
ulah bocah cilikmu yang asyik main loncat-loncatan hingga menghantam dagu
indahmu…. Hanya meringis…. Matamu tetap penuh kasih….. tak pernah ada dendam
disana… hangat… Sehangat dan sesetia dirimu menemani setiap saat dimana bocah
cilikmu meronta kesakitan, dimana hanya pelukmu dan belaianmu yang bisa menjadi
penawarnya….

Dimana engkau selalu ada di setiap saat, kala bahagia, kala
derai air mata.Dan hingga ujung waktu, bahkan hingga hari akhir kelak, diri ini
berharap kasih sayang itu tetap terasa…. tetap wujud hingga berkumpulnya kita
kembali di surga-Nya kelak.

Goresan buat bunda…..

Ingin ku
dekap… dan menangis di pangkuanmu

Sampai aku tertidur bagai masa
kecil dulu

Lalu doa-doamu kau siramkam di
sekujur tubuhku

Dengan apa membalas….

Ya Ilahi, diri ini tak pernah akan sanggup membalas
cinta dan kasih sayangnya. Sejuta maaf tak kan  bisa menebus dosa hamba padanya… Hanya
cinta dan kasih sayang-Mu yang sepadan sebagai balasan cinta dan kasih
sayangnya…

Rabbighfirlii wa li walidayya…..Warhamhumaa kama
rabbayanii saghiiraa…. 

“Trima kasih atas smuanya bunda”
            "I miss yOu Mom”

         ’Ananda Achzan Atan’